Oleh : Blockchainisme

Beda Token dan Coin dalam Cryptocurrency

Sering membaca atau mendengar istilah token atau coin dalam dunia cryptocurrency? Ternyata tidak sama loh. Cari tahu bedanya token dan coin dalam dunia crypto di artikel ini.
Apa Beda Token dan Coin dalam Cryptocurrency, FILT2, FILT Token, Token Filecoin
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

Bitcoin, Ethereum, Tron, merupakan contoh cryptocurrency yang memiliki jaringan blockchainnya sendiri. Namun cryptocurrency USDT, BAT Token, Token ERC20, Token TRC20, atau lainnya berjalan di jaringan blockchain cryptocurrency lain. Cryptocurrency yang menumpang di jaringan blockchain lain ini biasa disebut token. Apa beda token dan coin?

Beda Token dan Coin

Terdapat dua istilah yang membedakan jenis cryptocurrency, yaitu token dan coin. Sepintas mungkin kamu akan berpikir kedua hal ini adalah sama. Tetapi sebenarnya ada perbedaan antara token dan coin ini.

Beda Token dan Coin dalam Cryptocurrency, FILT2, FILT Token, Token Filecoin
Beda token dan coin dalam dunia cryptocurrency

Berikut kami jelaskan lebih rinci beda token dan coin berdasarkan definisi, cara pembuatan, tujuan dan kegunaan, hingga jenis-jenis token.

Pengertian Coin dan Token

Coin adalah aset digital yang berjalan di blockchainnya sendiri, misalnya Bitcoin yang bekerja di blockchain Bitcoin atau Ethereum yang bekerja di blockchain Ethereum.

Sedangkan token adalah aset digital yang diterbitkan oleh suatu project yang bisa digunakan untuk pembayaran, bukti kepemilikan, atau suatu syarat untuk dapat menikmati layanan yang disediakan oleh suatu project. Token umumnya dihosting di blockchain lain seperti Ethereum, Tron, atau Waves.

Pembuatan Coin dan Token

Koin dibuat melalui proses mining atau penambangan dengan mekanisme Proof of Work atau Proof of Stake. Koin dihasilkan setelah penambang melakukan proses tertentu di dalam blockchain koin tersebut. Jika proses mining berhasil dilakukan, maka penambang akan mendapatkan reward berupa coin tersebut.

Sedangkan, token dibuat dalam aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang dihosting oleh blockchain yang berfungsi pada kontrak pintar (smart contract), seperti Ethereum.

Biasanya, pengguna mendapatkan token-token ini dari distribusi ICO, IEO, airdrop, atau lainnya. Para pengguna akan mendapatkan sejumlah token sesuai jumlah crypto yang mereka bayarkan sebagai bentuk dukungan untuk pengembangan project tersebut. Token-token ini nantinya akan berguna untuk transaksi maupun akses ke produk atau layanan yang disediakan oleh project yang bersangkutan.

Tujuan dan Kegunaan

Coin bertujuan sebagai unit untuk penyimpanan nilai atau untuk melakukan transaksi. Bisa juga digunakan sebagai penyimpan nilai yang dapat disimpan dan kemudian ditukar dengan sesuatu yang berguna.

Sedangkan, token biasanya bertujuan sebagai alat tukar untuk menjalankan sebuah layanan dari project yang menyediakan token. Token juga bisa berfungsi sebagai aset digital hingga mempresentasikan suatu kepemilikan.

Contoh penggunaan token bisa dilihat di sebuah project yang akan dirilis akhir tahun ini bernama Filecoin. Di project tersebut menyediakan layanan penyimpanan data terdesentralisasi, di mana untuk menikmati layanan tersebut pengguna harus memiliki Token Filecoin atau FILT yang akan digunakan sebagai reward bagi para penyedia layanan atau miners di project tersebut.

Jenis Token

Ada empat jenis token yang berbeda menurut definisi regulator keuangan Swiss FINMA. Empat jenis token adalah sebagai berikut:

  • Token Utilitas: Token utilitas digunakan untuk mendapatkan akses ke bagian tertentu dari sebuah project, seperti layanan atau penawaran produk tertentu. Karena pasokannya yang terbatas, token utilitas seringkali diharapkan meningkat nilainya.
  • Token Pembayaran: Mirip dengan cara koin berfungsi, tetapi lebih spesifik dalam penggunaannya, token pembayaran memiliki satu-satunya penggunaan pembayaran untuk layanan atau barang.
  • Token Keamanan / Aset: Ini adalah token yang dikeluarkan oleh penjualan token awal (Initial Token Sale) atau ICO, di mana orang akan menginvestasikan uang mereka dengan tujuan menghasilkan keuntungan.
  • Token Ekuitas: Ini adalah bentuk token yang tidak umum saat ini, tetapi token ekuitas adalah yang mewakili ekuitas atau saham di perusahaan.

Token Yang Layak Diperhitungkan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya token bisa berfungsi sebagai alat tukar untuk menggunakan sebuah layanan. Salah satu token yang layak untuk kamu perhatikan dan dinantikan peluncurannya adalah FILT Token. Token ini merupakan token yang bekerja di jaringan Filecoin, yakni sebuah layanan penyimpanan data terdesentralisasi yang menggunakan protokol IPFS yang sudah dipakai oleh nama-nama industri besar dunia.

Filecoin adalah project buatan Protocol Labs yang sudah terkenal dengan teknologi peer to peernya, di tahun 2017 saja Filecoin berhasil menjadi project dengan pendanaan awal atau ICO terbesar dengan mengumpulkan dana senilai $257 juta dari investor besar dunia seperti Winklevoss Capital, Coinbase, hingga Skype.

Saat ini Filecoin masih dalam proses pengembangan dan diprediksi akan meluncurkan mainnet pada akhir tahun 2020. Sedangkan tokennya yakni FILT sedang memasuki tahap pre-order dengan proses pemesanan token FILT2 lebih dulu yang nantinya akan ditukarkan ke token FILT saat resmi listing di exchange market.

Pembelian FILT2

Kamu bisa membeli token FILT2 ini di Blotocol OU, di sini harga satu token dibanderol sebesar $12.8, dan khusus di Indonesia ada yang spesial karena minimal pembelian adalah 10 token.

Jumlah ini lebih sedikit dari pengguna Jepang yang harus membeli 100 token minimal. Jadi bagi orang Indonesia yang ingin mendapatkan token ini cukup menyediakan $128, dan sudah bisa mendapatkan token tersebut.

Setelah kamu membeli token tersebut, maka token FILT2 akan dikunci lebih dulu dan akan ditukarkan ke token FIL setelah 6 bulan token tersebut listing. Artinya sebelum token FILT dipublikasikan, kamu sudah memiliki token FILT terlebih dahulu.

Potensi Keuntungan FILT2

Membeli token FILT2 sekarang yang nantinya akan ditukarkan ke FILT, maka kamu akan mendapatkan harga awal atau harga dasar dari token yang akan bekerja di jaringan Filecoin ini. Saat Filecoin resmi rilis dan ekosistemnya terus berkembag serta diadopsi banyak orang, maka diprediksi harga FILT yang listing di bursa perdagangan aset kripto bisa mengalami kenaikan.

Hal ini akan memberikan keuntungan bagi kamu, karena sebelumnya kamu hanya membeli token tersebut dengan harga awal yang belum terpengaruh dengan kondisi pasar.

Dengan membeli token FILT2 yang nantinya akan diubah menjadi FILT, kamu bisa menggunakan token tersebut untuk memanfaatkan layanan penyimpanan data yang aman dan terdesentralisasi dari Filecoin.

Persediaan token dalam penjualan FILT2 terbatas. Jika kamu tertarik, kamu dapat mencari informasi lebih lanjut tentang FILT2 DI SINI.

Pesan Token FILT2 DI SINI SEKARANG!

Jangan lupa untuk bergabung di grup Telegram Filecoin Indonesia agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar Filecoin dan token FILT2.

Ingin punya Bitcoin atau cryptocurrency lainnya? Daftar dan buat walletnya secara GRATIS di Indodax. Kunjungi link ini sebagai panduan daftar Indodax untuk jual-beli bitcoin atau cryptocurrency lainnya.

Terbaru

GRATIS! Daftarkan diri kamu untuk mendapatkan informasi cryptocurrency, airdrop terbaru, dan merchandise!

Blockchainisme

Indonesian Blockchain Enthusiast Media. Rangkuman informasi seputar blockchain, aset kripto, dan airdrop terbaru.

hi (at) blockchainisme.com

Awards

Indonesia Website Awards 2019, Site of the Month.